Minggu, 29 Juni 2008

Metode Pengafalan

SKENARIO
Di dunia persilatan jurus-jurus, gaya dan model silat sering dikaitkan dengan nama hewan, seperti jurus kera, jurus macan, jurus harimau dan jurus ular. Nama jurus tersebut melambangkan sifat dan karakter gerakan yang dimainkan. Disebuah padepokan Pusaka Sunan para siswa satria diajarkan do’a dan dzikir sebagai metode pendekaatan diri kepada Sang Kholik disamping diajarkan cara dan tenik mematahkan musuh dalam berkelahi.
Sekelompok santri satria diberi tugas mempelajari asmaul husna untuk dibaca dalam acara dzikir. Dengan melakukan gerakan silat, para santri satria melafalkan asmaul husna tertentu disesuaikan dengan gerakan agar mudah mengingatnya. Dalam beberapa kali latihan santri satria sudah dapat mengingatnya dan telah siap dengan bacaan asmaul husna sebagai bacaan dalam dzikir untuk taqarub kepada Allah.
Menghafal adalah tugas setiap individu selama hidup, mulai sejak lahir. Bayi mulai diajari mengenal nama-nama dari yang ada disekelilingnya oleh orang tuanya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa ibu dan dengan metode sangat sederhana. Kejeniusan dan keuletan orang tua mengenalkan nama-nama berdampak membekas pada memori anak dan tersimpan sangat rapih dan terproteksi dalam memori anak sehingga mudah diperguakan dalam kehidupan sehari-hari.
Studi memori mempunyai sejarah yang panjang. Sejumlah prinsip-prinsip intervi sedang dikembangkan dengan sasaran metode menghafal untuk membantu para siswa belajar lebih efektif.
Sebagai contoh, guru menyampaikan materi tertentu dan para siswa menghafalnya. Pertama, materi disampaikan dalam waktu singkat dan murid harus mengingat serta tetap mempertahankan materinya dalam waktu yang cukup lama (Estes; 1976, p.7). Kedua, untuk mempermudah penghafalan maka siswa perlu mengindahkan yang lain kecuali berkaiatan dengan yang sedang diingatnya.
Kedua dasar tersebut sangat penting dan ilmiah untuk memberi kemampuan mengingat bagi efektivitas cendekiawan. Sangat tidak mungkin menjadi aktivis manakala pasif, dan tidak memiliki daya hafal informasi. Sasaraan materi ini bertujuan memperbaiki kapasitas menghafal materi sehingga dapat mengingat kemudian hari.
ORIENTASI MODEL
Sasaran dan Asumsi
Kemampuan mengingat awal tahun di sekolah biasanya termasuk satu gambaran materi yang tidak tersusun seperti kata-kata baru, bunyi-bunyi baru, nama-nama hari, lima puluh negara, dan bangsa dunia. Materi tersebut sebagian ada yang harus dihafal dan sebagiannya tidak penting. Seorang siswa harus dapat memilah sasaran yang jelas untuk mengingatnya, dan berusaha menghilangkan informasi yang tidak penting.

Salah satu wujud paling efektif potensi diri adalah memiliki kemampuan pengetahuan dan percaya diri. Sepanjang hidup, kita perlu mampu menghafal dengan baik. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan menghafal, hendaknya menyempatkan waktu, dan disiplin terfokus pada masalah (informasi) atau sasaran yang akan dihafal atau memiliki kejelasan asumsi.
Metoda Link-Word
Sepuluh tahun terakhir para peneliti menggunakan metoda link-word. Hasil penelitian tersebut menunjukkan sesuatu yang sangat dipertimbangkan untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian ini memfokuskan hasil pengetahuan yang diperoleh dengan penghafalan yang dilakukan siswa di dalam kelas, maupun siswa peserta privat.
Temuan riset metode link-word tersebut bahwa orang yang menguasai materi lebih cepat, akan memiliki daya ingat lebih kuat. Metode ini menggunakan sistem penghafalan. Mereka sambil "mengucapkan" berulang kali sampai yakin apa yang dihafalnya tersimpan dalam memori.
Metode key-word sangat membantu memori para siswa, terutama Untuk membantu para siswa yang di bawah rata-rata dalam kemampuan lisan, dengan strategi pelajaran kompleks. Sebagai tambahan, ketika para siswa menggunakan metoda memindahkan tugas-tugas pelajaran menggunakan alat bantu, sehingga siswa merasa terbebas dari guru. Para siswa, dapat mengembangkan sistem penghafalan dengan caranya sendiri. Metode ini lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh siswa taman kanak-kanak dan usia dini.
Menurut Atkinson (1985) awal belajar dengan metoda link-word sekitar 50 persen lebih efektif. Bahkan dalam beberapa studi mempunyai dua kali lebih efisien (Pressley, 1977; Pressley, Tukang giling, dan Levin, 1981).
Ada dua manfaat dari hasil riset mengajar di atas. Pertama untuk menciptakan para siswa saling mudah berhubungan dan membuat jera siswa yang tidak serius menghafal. Kedua mengajarkan siswa aktif menghadapi materi baru.
Hal pokok bagi pengajar dalam metode ini adalah mempersiapkan materi. Guru harus bisa menciptakan murid aktif dan terlibat langsung, menyiapkan bahan-bahan visual kerja siswa, dan mereka bisa memimpin langsung jalannya acara.

MEMORY SYSTEM
Salah satu perkembangan riset yang popular adalah “memory system”. Metode “memory system” sesungguhnya telah lama dikembangkan, namun tidak satupun yang didukung oleh riset. Levin, beserta team telah berhasil menelitinya. Menurutnya system ini dapat masuk akal sama dengan penelitian lainnya. Memory system merupakan model efektif yang dapat mempengaruhi perhatian pelajar. Karena keseluruhan unsur dari melihat, sentuhan, penciuman, atau indra perasa menghasilkan sekumpulan untuk diingat. Semua itu membentuk persepsi.
Lorayne dan Lucas membangun model untuk meningkat kemampuan memori dengan : (1) perhatian kepada apa yang akan dipelajari (2) memiliki pemikiran sehat dan (3) asosiasi kita yakin mampu mempelajari materi yang diajarkan
TEORI BELAJAR
Ada beberapa teori belajar yang dikembangkan oleh beberapa tokoh, diantaranya ;
a. Teori konektionisme.
Menurut dari Thorndike dasar dari belajar itu adalah asosiasi antara kesan panca indera dengan impuls untuk bertindak. Dengan kata lain belajar adalah pembentukan antara stimulus dan respon antara aksi dan reaksi.
Mengenai hubungan stimulus dan respon tersebut Thorndike mengemukakan beberapa prinsip atau hukum diantaranya :
1. Law of effect
Hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat, kalau disertai dengan perasaan senang atau puas, dan sebaliknya kurang erat atau bahkan bisa lenyap kalu disertai perasaan tidak senang.
2. Law of multiple response.
Dalam situasi problematik, kemungkinan besar respons yang tepat itu tidak segera nampak, sehingga individu yang belajar itu harus berulang kali mengadakan percobaan-percobaan sampai respons itu muncul dengan tepat.
3. Law of ecercise.
Hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat kalau sering di pakai dan bahkan akan berkurang dan lenyap jika jarang digunakan, oleh karena itu perlu banyak latihan, ulangan dan pembiasaan.
4. Law of assimilation.
Seseorang itu dapat menyesuaikan diri atau memberi respon yang sesuai dengan situasi sebelumnya.
b. Teori conditioning.
Teori belajar klasikal conditioning kadang-kadang disebut juga respons conditionong atau pavlovian, merupakan teori belajar kategori stimulus respon (S-R) tipe S. Esensi berlakunya klasikal conditionong adalah dua stimulus yang berpasangan.
Kelemahan-kelemahan teori ini antara lain :
Percobaan dalam laboratorium berbeda dengan keadaan sebenarnya.
Pribadi seseorang dapat mempengaruhi hasil exsperiment.
Respons mungkin dipengaruhi stimulus yang tidak dikenal dengan kata lain, tidak dapat diramalkan terlebih dahulu stimulus manakah yang menarik perhatian seseorang.
Teori ini sangat sederhana dan tidak memuaskan untuk menjelaskan segala seluk beluk belajar yang ternyata sangat kompleks itu.

STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP PENGHAFALAN
Ada enam konsep dasar dan teknik meningkatkan kualitas penghafalan Kesadaran
Sebelum kita dapat mengingat apapun kita harus memperhatikan atau berkonsentrasi dan mengingat gagasan. "Pengamatan adalah pokok kesadaran yang terpenting" (Lorayne dan Lucas, 1974, p.6). Menurut Lorayne dan Lucas, apapun yang pertama kali kita ingat tidak akan dilupakan.
Asosiasi
Asosiasi adalah aturan dasar memori, yaitu mengingat setiap potongan informsai baru. Asosoiasi adalah mengungkapkan kembali suatu informasi yang sebelumnya telah di ketahui. (Lorayne dan Lucas, 1974, p.7). Lorayne dan Lucas memberi contoh kita mungkin telah mengenal not music dan meminta para siswa mengingatnya. Untuk membantu para siswa mengingat ejaan potongan not, para guru memberi isyarat sepotong pastel.
Sistim Mata Rantai
Sisten mata rantai adalah prosedur momori menghubungkan dua gagasan atau lebih. Contoh, anda ingin mengingat lima kata-kata berikut: rumah, sarung tangan, kursi, tungku, dan pohon. Anda perlu membayangkan satu gambar yang tidak biasa, pertama dengan suatu rumah dan suatu sarung tangan, lalu dengan suatu kursi, tungku dan pohon. Dalam gambaran mata rantai akan terbayang pintu, penghuninya, cara membuka sarung tangan, serambi rumah dan halamannya.
Asosiasi Menggelikan
Meskipun benar bahwa asosiasi adalah dasar dari memori, kekuatan asosiasi itu ditinggalkan jika gambarannya menggelikan dan mustahil, atau tidak masuk akal. Contoh asosiasi menggelikan adalah gambaran suatu pohon membebani dengan sarung tangan dan suatu keluarga dari sarung tangan.
Sistem Kata Kunci
Kata pengganti merupakan ungkapan yang menunjukkan sesuatu yang takterukur, penuh arti dan untuk membedakan yang terjangkau. (Lorayne dan Lucas, 1974, p.21). Kata “Itu” merupakan kata sederhana, namun memiliki kata dan frase yang menunjukkan kalimat abstrak dalam fikiran, karena terkandung makna materi atau mengingatkan sesuatu dalam fikiran. ( Lorayne dan Lucas, 1974, p.22). Jika ingin mengingat nama Darwin maka yang dikhayalkan suatu angin yang gelap. Konsep dari kekuatan dapat diwakili oleh garpu. Gambar kehidupan selalu membangun untuk menunjukkan kata-kata, pemikiran, atau ungkapan-ungkapan.
Kata kunci merupakan inti sari kata untuk mempermudah sehingga kata yang dipilih dapat mewakili, menunjukkan pemikiran secara keseluruhan. Pemilihan kata kunci harus selektif sehingga dapat menjabarkan pemikiran secara luas pada saat presentasi (berpidato).
Model Pengajaran
Ada empat tahap model pengajaran yang dikembangkan oleh Lorayne dan Lucas, yaitu menghadirkan bentuk material; mengembangkan koneksi-koneksi; kembangkan gambaran berhubungan dengan perasaan; dan mempraktekkan daya ingat.


SINTAKSIS
Satu kelas diminta untuk mengadakan aktivitas belajar dan berkonsentrasi pada matapelajaran , dan mereka diperintahkan untuk mengingat perlajarannya. Salah satu cara yang dilakukan untuk mempermudah hafalan dan gagasan adalah dengan cara memberi garis bawah. Mereka diberi tugas untuk mengagendakan dan mendata gagasan-gagasan secara terpisah dan mengatakan dengan kata-kata sendiri. Akhirnya aktivitas mencerminkan materi, membandingkan gagasan-gagasan, dan menentukan hubungan di antara gagasan.
Hal penting yang harus dikerjakan dan dievaluasi adalah :
1. Menghadirkan dalam bentuk materi.
2. Mengembangkan koneksi
3. Mengembangkan gambaran yang berhubungan dengan perasaan
4. Merefleksi daya ingat

PRINSIP-PRINSIP REAKSI
Peran guru dalam model ini untuk membantu siswa bekerja material, bertolak dari kerangka acuan siswa, guru membantu dia baik pria maupun wanita untuk mengidentifikasi materi kunci, pasangan-pasangan, dan gambaran-gambaran


APLIKASI
Model memori dapat digunakan untuk semua bidang kurikulum yang dikebutuhkan untuk dihafalkan. Cara ini dapat digunakan baik oleh kelompok maupun individu.
Meskipun banyak manfaatnya, namun guru tetap harus membimbing manfaat memori dan aplikasinya. Model ini harus diajarkan kepada siswa agar ketergantungan murid terhadap guru dapat dikurangi dan para siswa telah siap untuk menghafal.

Berfikir Positif

Berfikir adalah cara yang efektif untuk mengetaui karakter manusia. Keberadaan manusia dapat diukur berdasarkan kemampuan dan kecakapannya pada berfikir

Label: